Minggu, 04 Juli 2010

Mengatasi Anak Hiperaktif

Mengatasi Anak Hiperaktif

Senang rasanya melihat si kecil aktif, bergerak ke sana-kemari seakan tak ada
letihnya. Namun, perlu juga diwaspadai, apakah si kecil hiperaktif? Untuk itu deteksi
sejak dini agar bisa ditangani sejak dini. Kalau tidak, si hiperaktif akan sulit
dikendalikan.
"Hiperaktif dan gangguan perhatian bukan suatu gangguan yang dapat "disembuhkan
sepenuhnya," ujar dra. Shinto B. Adelar, M.Sc, psikolog anak. Anak-anak hiperaktif
bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang berhasil, tapi ada pula yang sebaliknya hal ini
terjadi karena tak ditangani sejak dini.

Berdasarkan penelitian ternyata ada hubungan antara anak-anak hiperaktif dengan
mereka mereka yang pernah menghuni lembaga pemasyarakatan. Kebanyakan yang tinggal di
kawasan itu, masa kecilnya mengalami hiperaktif. Mereka memiliki kenangan yang
menyakitkan ketika di sekolah.

Ini akibat mereka tak ditangani sejak dini, mereka tumbuh dan berperilaku
merugikan dirinya maupun orang lain.

Karena gangguan ini tak mampu disembuhkan. Orang tua dan pendidik harus berusaha
kuat membantu mereka dan perlu dibantu sejak dini sehingga mereka bisa belajar
mengatur hidup, mengatasi frustasi dan kelemahan-kelemahannya.

Bimbinglah si hiperaktif ini menemukan keunggulan atau kekuatan sehingga mereka
terlatih menghargai diri pribadi yang memiliki keunikan yaitu kelebihan dan
kekurangan.

Jika tidak diberikan bantuan, anak akan berulangkali terperangkap pada lingkaran
kegagalan, frustasi, rendah diri dan akan membuat dirinya selalu bermasalah.

Penyebab Hiperaktif

1.. Faktor Genetik

a.. Anak laki-laki dengan eksra kromosom Y yaitu XYY.
b.. Kembar satu telur lebih memungkinkan hiperaktif dibanding kembar dua
telur.
c.. Faktor Lingkungan
Racun atau limbah pada lingkungan sekitar bisa menyebabkan hiperaktif
terutama keracunan timah hitam (banyak terdapat pada asap knalpot berwarna hitam
kendaraan bermotor yang menggunakan solar).
d.. Faktor Kultural dan Psikososial
Si anak hiperaktif dan impulsif lebih banyak pada keluarga tanpa ayah.
e.. Faktor Neurologik
Penelitian menunjukan, anak hiperaktif lebih banyak disebabkan karena
gangguan fungsi otak. Adanya brain damage akibat kesulitan pranatal atau perinatal,
penyakit berat, cidera otak.
Cara Menangani Gangguan Perhatian & Hiperaktif

a.. Ke dokter agar diberi obat tertentu untuk mengurangi hiperaktivitas.
b.. Pendisiplinan tingkah laku di rumah dan sekolah.
c.. Anak diikutsertakan kegiatan fisik terutama yang bersifat kompetetif
seperti berenang, olahraga bela diri, aerobiks, sepatu roda dan lain-lain.
d.. Ketrampilan bergaul, ketrampilan menghadapi masalah dalam kehidupan
sehari-hari.
e.. Orang tua dan anggota keluarga harus memahami gangguan yang terjadi pada
di hiperaktif sehingga bisa sama-sama menerima dan melatihnya.
Membantu Si Hiperaktif Belajar

1.. Orang tua dan anggota keluarga memiliki kesabaran pada si anak. Tindakan
yang menyebalkan yang ia lakukan bukan karena disengaja.
2.. Menyediakan banyak waktu, sabar, tekun, konsisten, suportif, karena si
kecil butuh perhatian khusus.
3.. Anak gangguan perhatian ini butuh bimbingan komunikasi, instruksi, respon
dari orang tua.
4.. Jangan bernafsu mengajarkan anak. Berikan dia perintah sedikit saja. Yang
terpenting perhatiannya tidak lepas.
5.. Jika si kecil sering mengalami kegagalan sehingga ia merasa rendah,
hati-hatilah, jangan sampai orang tua mengolok-ngolokwalaupun maksud Anda bercanda.
Membantu Memusatkan Perhatian Anak

1.. Tunjukkan sikap antusias pada Anak ketika menjelaskan atau mengajarkan
sesuatu.
2.. Variasikan nada dan volume suara saat mengajar. Sebelum mengajar agar ia
memperhatikan Anda, bersuaralah keras.
3.. Gunakan alat bantu untuk mempermudah menarik perhatiannya, seperti gambar.
4.. Biarkan anak membaca dengan bantuan jari atau alat lain untuk menunjuk
bacaan yang dibacanya sehingga perhatiannya lebih terarah.
5.. Kreatiflah menemukan contoh-contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
6.. Berikan penjelasan dengan singkat dan jelas.
7.. Ajak anak belajar mengisi atau melengkapi kalimat yang belum selesai.
8.. Ajukan pertanyaan sehingga anak berpikir dan bertanya.
9.. Latihlah diskusi kelompok.
10.. Berikan pertanyaan mudah sehingga, mereka bisa menjawab dan tak lagi
merasa bodoh, untuk memberinya pengalaman positif.
11.. Berikan pertanyaah yang bisa dijawab anak bersama-sama sehingga mereka
bisa menjawab bersamaan.
Agar Anak Tetap Tenang

1.. Tempatkan anak di bangku yang dekat guru, di antara anak yang tenang dan
amat memperhatikan pelajaran.
2.. Tataplah anak saat berkomunikasi.
3.. Singkirkan perlengkapan yang tidak diperlukan di meja belajar anak, supaya
perhatiannya tidak pecah.
4.. Gunakan kode tertentu yang disepakati anak untuk mempermudah ia
berkosentrasi seperti mengetuk dagu yang artinya lihat sini, perhatikan baik-baik.
5.. Sesekali gunakan kontak fisik, seperti memegang bahu atau menepuk punggung
anak.
6.. Beri pujian bila anak tenang.
7.. Pilih tempat belajar yang tenang, jauh dari televisi atau musik keras.
8.. Ingatkan anak agar melakukan kegiatan secara teratur saat waktu tertentu
(bangun, mandi, belajar, makan, tidur, baca buku, main dll).
9.. Latih anak menyiapkan keperluan sekolah sebelum tidur, sehingga tidak
tergesa-gesa di saat akan berangkat sekolah.
Sibukan Dia dengan Belajar Menulis

1.. Gunakan kertas bergaris, ajari anak untuk menulis kalimat dengan jarak
satu baris.
2.. Atur huruf tidak terlalu berdekatan, ajari anak untuk menggunakan ujung
jari kelingkingnya untuk mengukur jarak antar huruf.
3.. Gunakan kertas tebal agar tidak mudah robek, bila anak sering menghapus.
Jika mudah robek ia akan cepat frustasi.
4.. Ajari agar kertas tak bergerak dengan cara menahannya dengan tangan lain.
5.. Nyalakan musik lembut dengan volume sayup-sayup, supaya ia lebih tenang.
6.. Beri tugas sesuai dengan tingkat perhatiannya.Sedikit demi sedikit beri
tambahan pelajaran. Jangan ajarkan kata-kata mutiara.
Anak Gemar Berbohong
Berbohong sering dilakukan anak untuk menutupi sesuatu. Orang tua perlu waspada
bila anak mulai gemar berbohong, terlebih bila dia semakin sulit membedakan antara
kejujuran dan kebohongan. Dia menganggap bahwa berbohong adalah sebagian kenyataan
yang harus diterima orang lain.

Kenapa Berbohong?

1.. Menutupi aktivitas yang belum dilakukan. Misal, anak belum mengerjakan PR
sementara orang tua mengharapkan anak sudah selesai membuatnya. Meski pada akhirnya
orang tua tahu juga, sebelumnya anak akan melindungi diri dari kemarahan Anda dengan
berbohong.
2.. Menonjolkan harapan. Anak yang berharap ibunya bisa membuat kue enak,
meski ibunya tidak begitu ahli, ia akan berbohong pada teman-temannya kalau ibunya
pintar memasak.
3.. Memutar-balikkan kebenaran dan fakta. Untuk melindungi diri, anak akan
berbohong dan akan menuduh orang lain yang melakukannya.
4.. Menginginkan sesuatu yang belum tercapai. Sebagai contoh, keinginan
berlibur ke suatu tempat, sementara anak tahu kalau orang tuanya tidak mampu atau
belum memenuhinya. Dia akan berbohong pada orang lain pernah ke tempat tersebut.
5.. Berlindung, akibat kesalahannya. Anak akan menghindari kemarahan orang tua
dengan berbohong. Misal, anak yang memecahkan benda kesayangan ibunya. Dia akan
berbohong dan mengatakan tidak tahu karena takut dimarahi.
6.. Ingin diperhatikan. Berbagai upaya akan dilakukan anak untuk menarik
perhatian orangtuanya, walau dengan berbohong.
7.. Konfabulasi yaitu bercerita yang sebagian ceritanya adalah kebohongan.
Tujuannya untuk melebih-lebihkan cerita agar orang lain berminat mendengarkan.
8.. Sulit membedakan antara kenyataan dan fantasi. Begitu seringnya anak
berfantasi, maka akan semakin banyak pula keinginan anak pada berbagai hal. Kondisi
ini kerap kali dijadikan bahan cerita sehari-harinya.
9.. Menginginkan sesuatu. Berbohong dilakukan anak agar ia memperoleh
keinginannya dengan mudah.
10.. Menutupi kenyataan yang sebenarnya. Misal, anak yang terluka karena
dipukul temannya sementara ia mengaku luka tersebut akibat jatuh.
11.. Menolak penilaian orang tua. Penolakan ini karena anak tidak senang
dinilai suka berbohong. Semakin sering orang tua mengatakan anaknya berbohong, anak
justru akan semakin sering berbohong.
12.. Mengangkat harga diri. Dengan cerita-cerita bohong anak merasa harga
dirinya terangkat. Ia akan menikmati karena mendapat sanjungan dan pujian dari orang
lain.
13.. Diperlihatkan contoh-contoh yang salah. Sesungguhnya anak tahu bahwa
pernyataan atau kejadian itu salah. Karenanya ia akan memberikan pembenaran dengan
berkata bohong.
Yang Harus Anda Lakukan
Bila Anda mengetahui anak Anda berbohong segera lakukan tindakan. Jangan sampai
sifat ini menjadi kebiasaan yang terus menerus dilakukan, yaitu dengan cara:
a.. Tidak selalu memojokkan dan membuat anak merasa 'kecil'.
b.. Memberi kepercayaan dengan sepenuh hati
c.. Berdiskusi sesering mungkin
d.. Memberi pengertian kalau berbohong adalah tindakan tidak terpuji
e.. Menghindari pemberian hukuman yang berlebihan, tidak proposional, dan
terlalu sering
f.. Memberi contoh yang baik
g.. Menanamkan kejujuran
h.. Mengajarkan nilai-nilai moral
i.. Memancing anak berani bercerita hal-hal yang nyata
j.. Mengajak anak bercerita tentang keinginan dan fantasinya
k.. Menyelidiki sebab-sebab anak berbohong
l.. Bila Anda tidak menanangani lagi, mintalah bantuan pada ahlinya.
Mendongeng Untuk Anak
Mendengarkan dongeng sangat disukai semua anak. Sebagai aktivitas yang tidak
mengeluarkan banyak energi, anak akan menikmati cerita-cerita yang Anda sampaikan.
Tentunya dengan "bumbu-bumbu penyedap" yang bisa menarik minat anak mendengarkan
hingga tuntas.

Ciptakan rasa penasaran anak pada topik cerita. Rangkai dalam satu bagian kisah
yang membuat anak berpikir dan selalu ingin bertanya. Pilih kalimat yang komunikatif
dan imajinatif. Bila anak sangat berminat dengan cerita Anda, pertajam lagi isi
cerita.

Banyak manfaat yang bisa diambil bila Anda rajin menceritakan dongeng pada anak.
Anak cenderung lebih imajinatif, komunikatif, kreatif, dan cepat menangkap situasi
disekitarnya. Anak juga akan memiliki kosa kata lebih banyak, pintar menyusun
kata-kata dengan intonasi nada yang teratur dan lebih menarik.

Pilih dongeng yang mendidik, memiliki nilai-nilai moral yang baik, dan ringan
sehingga cepat ditangkap anak. Sisipkan dengan kalimat humor yang interaktif. Agar
lebih menarik, ubah gaya bicara Anda sesuai tokoh yang Anda tampilkan.

Anda bisa memilih dongeng berlatar belakang cerita rakyat. Cerita ini masih
lazim digunakan orangtua sebagai bahan dongengan. Begitupun dengan cerita sejarah,
pahlawan ataupun asal muasal suatu daerah. Dongeng yang mengambil tokoh-tokoh fiktif
seperti binatang yang bisa berbicara, nenek sihir, atau benda-benda mati yang
'dihidupkan' juga menarik menjadi bahan cerita Anda.

Buatlah dongeng menjadi cerita bersambung yang disampaikan pada anak secara
bertahap. Dengan begitu anak akan selalu mengingat-ingat cerita Anda yang belum
selesai. Anak juga akan terlatih untuk berpikir tentang kelanjutannya. Fantasi anak
akan terus berkembang sesuai dengan imajinasinya.

Rabu, 28 April 2010

Mengenal Otak Tengah


Mengenal Otak Tengah


Baru-baru ini di masyarakat marak terdapat fenomena yang membuat orang merasa ingin tahu dan merasa gelisah. Yaitu beberapa anak-anak setelah melalui suatu pelajaran dan pelatihan khusus, dapat melihat benda sambil menutup mata, membaca tulisan dan lain sebagainya. Sehingga membuat banyak orang merasa bingung. Menuai berbagai macam reaksi ada yang sangat gembira, ada juga yang menganggap sebagai aliran sesat; juga ada yang menganggap sejenis tipu muslihat baru untuk menipu uang orang banyak. Apakah sebenarnya kejadian seperti ini? Bila merupakan muslihat penipuan, mengapa tidak ada orang yang menguaknya? Bila benar-benar merupakan pengembangan daya otak, mengapa dengan menutup mata dapat melihat benda? Tidak menggunakan mata dapat melihat benda bukankah sebuah fenomena yang menyesatkan?

Untuk memahami fenomena ini, kita perlu terlebih dahulu dijelaskan oleh pendiri yang mengadakan pelajaran-pelajaran tersebut. Diantaranya adalah ahli teknologi ilmiah komputer Amerika serta ahli dari Asosiasi Spesialis Komputer Inggris (MACP) dan juga Pelatih dan Pelaksana Senior Sertifikasi Program Bahasa Internasional. Melalui penelitian lebih dari sepuluh tahun, mereka berhasil menggunakan teknologi komputer untuk membangkitkan fungsi potensial dari otak manusia.


Penelitian mereka dikhususkan untuk memperhatikan fungsi dari mid-brain terletak ditengah-tengah otak kiri dan otak kanan. Fungsi dari midrbrain adalah sebagai jembatan antara otak kiri dengan otak kanan; dalam kondisi tertidur, interbrain manusia tidak dapat berkembang secara maksimal. Oleh karenanya, fungsi interaktif antara otak kiri dan otak kanan mengalami keterbatasan. Saat ini, banyak ahli meneliti bagaimana membantu keseimbangan operasional otak kanan dan otak kiri. Dari penelitian selama 25 tahun terakhir, terdapat 15 orang yang memperoleh hadiah Nobel dari penelitian terhadap daya otak. Dalam pelatihan dilakukan berbagai pelajaran yang berbeda; seperti mental-aritmatik, pengembangan seluruh otak dan lain sebagainya. Yang mana beberapa hal tersebut merupakan hasil dari penelitian. Tujuannya semua adalah untuk membantu menyeimbangkan penggunaan otak kanan dan otak kiri serta menggali potensi daya otak; yang mana hasilnya berbeda-beda.

Sebuah penemuan yang baru adalah metode yang berbeda dengan lainnya. Berdasarkan ilmu psikologi yang luar biasa, teknik kegeniusan mutakhir, neurolinguistik, ilmu komunikasi, ilmu tingkah laku dan lain sebagainya serta menggunakan teknologi komputer ilmiah mutakhir, dalam waktu yang sangat pendek yaitu satu setengah hari, dapat berhasil mengaktifkan midbrain anak-anak. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang dikagumi oleh orang-orang di luar dan di dalam negeri dan juga merupakan kehormatan bagi umat manusia modern.
Umumnya, setelah midbrain diaktifkan, daya ingat mereka dapat meningkat, daya konsentrasi membaik; daya kreasi bertambah, gerakan kinetik juga menjadi lebih baik, hormon menjadi seimbang, serta emosi menjadi stabil dan lain sebagainya. Aktivasi ini sangat jelas terlihat hasilnya bagi anak hiperaktif maupun anak dengan daya ingat yang lemah.
Melalui teknik “Genius Mind”, pelatihan ini disebarluaskan; yang dinamakan dengan “Metode Belajar Midbrain”. Berdasarkan penjelasan para ahli, setelah midbrain diaktifkan, midbrain akan dapat mengeluarkan gelombang otak untuk merasakan dan bereaksi terhadap benda-benda diluar. Dapat dikatakan juga bahwa dengan menutup mata, masih dapat mengenai benda-benda, huruf, warna dan lain sebagainya. Jadi, dengan pelajaran dan pelatihan selama satu setengah hari, akan dapat membantu anak “melihat” dengan menutup mata.

PERBEDAAN DASAR FUNGSI OTAK KANAN & KIRI
Dunia medis di jaman dahulu menganggap bahwa perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri tidaklah besar. Namun, pada saat ini, perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan tidak hanya menjadi pengetahuan yang diakui bersama oleh para praktisi medis pada umumnya, tetapi juga menjadi sebuah cabang ilmu pengetahuan yang khusus diteliti.

Fungsi otak kiri adalah untuk berpikir nalar, analisa, kemampuan berbahasa dan kemampuan menghitung. Dapat dikatakan juga bertanggung jawab terhadap IQ seseorang. Seseorang dengan kecenderungan otak kiri yang lebih dominan lebih egois, mementingkan diri sendiri, mudah iri hati, sombong dan lain sebagainya. Otak kanan bertanggung jawab dalam emosi, daya intuisi, daya kreasi, kesenian, kemampuan refleksi, daya ingat, kepribadian dan lain sebagainya. Yaitu bertanggung jawab terhadap emosi (EQ). Seseorang dengan kecenderungan otak kanan yang lebih dominan cenderung dapat lebih berperasaan serta kurang kemampuan manajerial.
Pendidikan saat ini kebanyakan lebih mengutamakan otak kiri. Sehingga mengakibatkan banyak orang tidak percaya adanya indera intuisi, daya prediksi dan kemampuan perspektif yang merupakan gejala umum dimana fungsi otak kanan tertekan oleh otak kiri.
Tetapi, setelah midbrain diaktifkan, fungsi dari otak kanan dan otak kiri dapat berjalan secara seimbang. Otak kiri tidak lagi menekan otak kanan. Kemampuan prediksi, daya ingat, kesenian dan kemampuan refleks tidak hanya menjadi berkembang, tetapi kemampuan manajerial dan pemahaman mereka juga dapat terpelihara. Orang seperti ini akan lebih memiliki rasa cinta kasih, lebih mencintai orang tua sendiri, termasuk orang yang lebih tua, memiliki kecerdasan dan kerukunan. Memulihkan potensi awal yang semestinya dimiliki oleh umat manusia.

BAGAIMANAKAH MIDBRAIN DIAKTIFKAN?
Di masyarakat, terdapat berbagai metode dalam mengaktifkan midbrain; masing-masing metode memiliki hasil yang berbeda-beda. GMC menggunakan teknologi komputer yang modern; mengaktifkan midbrain melalui kolaborasi dan kemanjuran musik, audio dan lain sebagainya. Dengan prinsip ini, dilakukan pelatihan terhadap janin dengan menggunakan musik “Mozart”. Laporan menyebutkan bahwa setelah bayi lahir, lebih cerdas serta lebih cepat belajar dibanding dengan bayi lainnya.
Letak perbedaannya adalah bayi yang telah tumbuh sekarang telah menjadi anak-anak; jadi, musik atau suara yang digunakan perlu lebih kuat beberapa kali dari musik Mozart. Yang lebih membanggakan adalah: metode yang digunakan oleh GMC memiliki tingkat keberhasilan mencapai 70-80%.

PERANAN ORANGTUA
Bila ingin membantu anak mengembangkan fungsi midbrain, peranan orangtua tidak boleh diabaikan. Midbrain memerlukan perasaan aman dan landasan kepercayaan diri dalam mengaktifkan dan mengembangkannya. Perasaan aman dan percaya diri dalam diri anak berasal dari perlakuan ayah dan ibunya. Dari segi bahasa, ayah dan ibu menentukan kata-kata anak; hasil yang dicapai juga jauh lebih efektif daripada banyak perkataan yang diucapkan oleh orang lain. Oleh karenanya, ayah dan ibu harus memprioritaskan belajar perkataan yang terpuji dan pasti.

Kedua, perlu menyisihkan waktu sedikitnya 20-30 hari untuk membantu anak berlatih. Setiap hari hanya memerlukan latihan selama 15-30 menit. Banyak orangtua yang beranggapan karena kesibukan hidup tidak memiliki waktu untuk mendampingi anak berlatih. Tetapi, bila dihitung anak saling berhubungan dengan orang tuanya seumur hidup misalnya hingga usia 18 tahun, maka 30 hari hanyalah 0.45% dari seluruh waktu tersebut. Bila dalam 30 hari tersebut dapat membuat anak seumur hidup memperoleh manfaat, mengapa tidak bersedia meluangkannya? Apalagi dalam satu hari hanyalah memerlukan waktu yang pendek yaitu 15-30 menit saja.

LANGKAH PERKEMBANGAN POTENSI OTAK
Langkah aktivasi midbrain secara sederhana dapat dibagi menjadi dua bagian – yaitu masa kestabilan awal dan masa pendalaman perkembangan.

1. Masa Kestabilan Awal
Setelah mengikuti pelajaran selama satu setengah hari, midbrain anak akan teraktivasi. Anak dapat merasa sangat gembira juga sangat menarik. Para orang tua juga dapat merasakan kemampuan anak mereka menjadikan mereka merasa bangga. Sangat bersemangat karena ini merupakan penemuan yang baru. Tetapi, ini hanyalah titik awal. Anak-anak dapat melupakan bagaimana mereka memasuki kondisi jalannya midbrain.Lama-kelamaan, sanggup menjadikan midbrain kembali dalam kondisi tertidur dan “tidak melihat”. Jadi, memerlukan latihan setiap hari hingga stabil. Yang dimaksud dengan stabil adalah anak-anak dapat sewaktu-waktu melakukan menutup mata sambil mengenal warna, mengenal huruf, membaca, mengenali benda-benda dan lain sebagainya. Disaat mereka tidak mudah kehilangan kemampuan mereka. Kecuali dalam jangka waktu lama tidak digunakan.

2. Masa Pendalaman
Banyak orang tua berhenti bila mencapai masa stabil. Karena mereka tidak mengetahui bahwa anak masih memiliki potensi yang menunggu untuk dikembangkan. Seorang anak yang benar-benar menggunakan midbrain memiliki karakter yang seimbang, hubungan antar manusia yang baik, suka menolong orang, pandai bergaul, prestasi belajar menonjol dan lain sebagainya. Dan juga, mereka juga dapat menggunakan kemampuan “Extra Sensory Perception / ESP”. Misalkan, mereka dapat memprediksi cuaca besok pagi sehingga dapat merencanakan bagaimana bila keluar rumah.
Potensi ini memerlukan latihan penggunaan midbrain yang terus-menerus dari si anak; dari menutup mata yang dasar berlatih kemampuan menembus pandang; hingga tidak perlu menutup mata, hanya menutup mata dalam berlatih kemampuan menembus pandang; kemudian hingga membuka mata dalam berlatih kemampuan menembus pandang; hingga mencapai indera extra sensory. Pada akhirnya memasuki target dominasi dengan midbrain; memulihkan potensi awal yang seharusnya dimiliki umat manusia. Inilah yang disebut dengan talenta; sehingga mereka berubah menjadi manusia baru dalam jaman modern ini.

HUBUNGAN ANTARA “METODE BELAJAR MENUTUP MATA” & “METODE BELAJAR MIDBRAIN”
Nama “Metode Belajar Menutup Mata” diambil dari sebuah fenomena yang dapat dihasilkan setelah midbrain diaktifkan. Berarti bahwa anak tersebut dapat belajar dengan menutup mata. Tetapi bila ditambah sebuah kata “metode”, maka artinya sama sekali berbeda. “Metode Belajar Menutup Mata” memberikan kesan yang salah bagi banyak orang; bahkan ada beberapa yang salah mengartikan. Banyak orangtua menanyakan bahwa anak memiliki mata kenapa tidak digunakan malahan belajar sambil menutup mata; sepertinya agak melawan alam atau aliran sesat. Arti yang dimaksudkan adalah “metode” “belajar menutup mata” ini cukup efektif; semenjak itu, anak tidak perlu menggunakan mata dalam belajar; bahkan “memejamkan mata” dalam menjalani hidupnya.
Sebenarnya, tujuan akhir setelah midbrain diaktifkan bukanlah meminta orang untuk belajar sambil menutup mata atau memejamkan mata dalam menjalani hidup, tetapi membantu anak-anak memasuki kondisi terbimbing mifbrain. Sehingga mereka dapat secara seimbang menggunakan otak kanan dan otak kiri serta mengembangkan potensi terbesar dari daya otak. Memejamkan mata membantu anak memasuki interbrain. Setelah terbiasa menggunakannya, tidak perlu menutup mata juga dapat menggunakan midbrain; yaitu dengan membuka mata juga dapat mengembangkan keseimbangan otak kanan dan otak kiri; sehingga otak kanan dan otak kiri berkembang secara seimbang.

Sumber : www.gmc-geniusmind.com, Surgaku.com

10 Fakta menarik tentang potensi otak manusia

1. Mimpi
Banyak orang bermimpi bertemu dengan kenalan, teman, keluarga, dan kekasih mereka yang hampir selama 20 atau 40 tahun tidak pernah bertemu atau bahkan tidak pernah mereka pikirkan. Namun dalam mimpi mereka, gambaran yang muncul sangat sempurna, semua warna yang detil sama persis dengan kehidupan yang nyata. Hal ini menegaskan bahwa dalam salah satu bagian otak terdapat sebuah tempat penyimpanan yang luas untuk berbagai gambar dan hubungan yang tidak berubah gambar ini bisa diambil kembali.

2. Ingatan Acak secara Tiba-tiba
Secara umum, semua orang memiliki pengalaman yang berkaitan dengan waktu dan tiba-tiba mengingat kembali orang-oramg atau peristiwa di masa lalu dan kehidupan mereka. Hal ini sering kali terjadi misalnya saat anda mengunjungi SD tempat dulu anda sekolah. Satu sentuhan, bau, pandangan, atau suara bisa membawa kembali berbagai pengalaman yang mungkin anda kira telah anda lupakan. Kemampuan panca indra untuk menghasilkan kembali gambar-gambar dalam ingatan secara sempurna, ditambah dengan fakta bahwa bau masakan atau suara dari lagu bisa membawa pikiran anda kembali ke masa lalu. Hal ini menunjukan bahwa jika ada ‘situasi pemicu’ yang lebih tepat, maka akan banyak informasi yang dapat dikumpulkan kembali. Dari pengalaman-pengalaman seperti ini kita tahu bahwa otak tetap menyimpan informasi-informasi tersebut.

3. Sang ‘S’ (Shareshevsky) dari Rusia
Beberapa puluh tahun yang lalu seorang wartawan muda Rusia, Shereshevsky (dalam The mind of Mnomonist oleh A. R. Luria disebut dengan nama ‘S’), mengikuti sebuah pertemuan editorial, dan dia adalah satu-satunya wartawan yang tidak membuat cacatan. Saat dipaksa menjelaskan, dia malah bingung dan yang membuat heran para wartwan lain adalah bahwa dia benar-benar tidak mengerti mengapa mereka harus membuat catatan. Penjelasan yang diberikan adalah bahwa ternyata dia mampu mengingat apa saja yang dikatakan oleh si pembicara, jadi apa gunanya membuat catatan? Setelah ditantang, ‘S’ akhirnya bersedia maju kadepan dan mengulang semua yang telah dikatakan oleh si pembicara, kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan bahkan nada suaranya. Selama 30 tahun selanjutnya, dia diteliti oleh Alexander Luria, seorang psikolog terkemuka dan ahli tentang masalah ingatan di Rusia. Luria menyatakan bahwa ‘S’ sepenuhnya normal namum memliki ingatan yang sempurna. Luria juga mengatakan bahwa pada saat masih kecil ‘S’ secara tidak sengaja menemukan prinsip-prinsip mnomonic yang selanjutnya menjadi bagian dari fungsi alamiahnya.

4. Eksperimen Profesor Rosensweig
Profesor Mark Rosensweig, seorang ahli psikologi dan neuropsikologi California, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari sel otak dan kemampuan menyimpan darinya. Pada tahun 1974, dia menyatakan bahwa sekalipun kita diberi informasi baru setiap detik seumur hidup, separuh kapasitas penyimpanan otak kita saja belum sepenuhnya terisi. Dia menekankan bahwa masalah-masalah ingatan tidak ada kaitannya dengan kapasitas otak namun lebih berkaitan dengan penanganan terhadap kapasitas yang tak terbatas itu.

5. Eksperimen profesor Penfield
Profesor Wilder Penfield dari Kanada memperoleh penemuan tentang kapasitas ingtan manusia secara tidak sengaja.pada saat itu dia tengah menstimulasikan sel-sel otak dengan sejumlah elektroda kecil untuk menemukan bagian-bagian otak yang menyebabkan apilepsi.

Apa yang mengejutkannya adalah pada saat menstimulasi sel-sel otak tertentu, pasien tiba-tiba mengingat pengalaman-pengalaman di masa lalu. Para pasien mengatakan bahwa apa yang mereka ingat bukanlah gambaran sederhana namun semua aspek dari pengalaman mereka, termasuk bau, suara, gerakan dan rasa. Pengalaman yang mereka ingat termasuk mulai beberapa jam sebelum dilakukan pemeriksaan sampai 40 tahun sebelumnya.

Sehubungan dengan hal ini, Penfield menyatakan bahwa dalam masing-masing sel otak atau kumpulan sel otak terdapat suatu tempat penyimpanan informasi yang sempurna, dan jika kita bisa menemukan pemicu yang tepat maka kita bisa mengingat kembali seluruh peristiwa yang telah terjadi.

6. Kemampuan Membuat pola dari Otak Anda
Profesor Pyotr Anokhin, murid Pavlov yang paling cerdas, menghabiskan tahun-tahun terakhirnya menyelidiki kemampuan otak dalam membuat pola. Hasil temuan sangat berarti bagi para peneliti yang telah mempelajari tentang otak manusia. Ingatan manusia dicatat dalam bentuk pola-pola kecil, atau sirkuit elektro magnetik, yang dibentuk oleh sel-sel otak yang saling berhubungan satu sama yang lain.

Anokhin sebelumnya telah mengetahui bahwa otak terdiri dari satu juta juta (1.000.000.000.000) sel otak, namun jumlah sel ini yang besar ini masih cukup kecil bila di bandingkan dengan jumlah pola yang bisa di buat oleh otak. Dengan mengunakan mikroskop elektron dan coputer canggih, dan memperoleh jumlah yang sangaat luar biasa. Anokhim menghitung bahwa jumlah pola, atau ‘derajat kebebasan’, dari otak adalah sedmikian besar sehingga bila ditulis dalam bentuk bilangan panjangnya bisa satu baris. Sedangkan bila di tulis dalam bentuk huruf panjangnya akan lebih dari sepuluh setengah juta kilo meter. Dengan jumlah kemungkinan yang demikian besar, maka otak bisa dikatakan seperti keyboard di mana ratusan juta nada bisa dimainkan.

7. Pengalaman Mendekati Kematian
Banyak orang melihat dengan jelas gelembung-gelebung air permukaan kolam renang dari dasar saat mengetahui bahwa mereka akan tenggelam dua menit berikutnya; atau melihat lereng gunung yang bergerak capat saat mereka jatuh; atau merasakan datangnya sebuah kereta barang seberat 10 ton dan menabrak mereka dengan kecepatan 60 mil per jam. Hal yang sama seringkali bisa dilihat dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang selamat dri peristiwa seperti di atas. Di saat-saat ‘pertimbangan terakhir’ seperti itu, otak memperlambat segala sesuatu dan menggambarkan kembali semua pengalaman yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan.

Saat diminta mengakui bahwa apa yang mereka alami hanyalah beberapa gambaran tentang pengalaman penting, mereka bersikeras bahwa apa yang mereka alami seluruh gambaran dari kehidupan mereka, termasuk hal-hal yang sama sekali mereka lupakan sampai saat peristiwa itu terjadi. ‘Seluruh hidupku tergambar di hadapanku’ hampir menjadi ungkapan klise yang menyertai pengalaman-pengalaman mendekati kematian seperti ini. Kesamaan pengalaman seperti ini sekali lagi membuktikan hebatnya kemampuan ingatan manusia.

8. Ingatan Fotografis
Ingatan fotografis adalah suatu fenomena khusus di mana orang bisa mengingat (biasaanya dalam jangka waktu yang singkat) secara sempurna dan tepat apa yang mereka lihat. Ingatan ini biasanya memudar, namun bisa sedemikian tepat sehingga memungkinkan seseorang (misalnya setelah melihat gambar yang berisi 1000 titik yang ditempatkan secara acak di sebuah lembaran kertas) untuk mengambarkan kembali dengan sempurna. Hal ini menunjukan bahwa disamping kemampuan penyimpanan jangka panjang, kita juga memiliki kemampuan penyimpanan fotografis jangka pendek. Di dalam hal ini bisa dikatakan anak-anak seringkali memiliki kemampuan ini sebagai bagian dari fungsi mental mereka, namun kita kurang melatihnya karena terlalu mengonsentrasikan pada logika dan bahasa, bukan pada imajinasi dan kemampuan-kemampuan mental lainnya.

9. 1.000 foto
Dalam eksperimen yang dilaksanakan belum lama ini, foto sebnyak 1.000 buah diperlihatkan satu per satu ke beberapa orang, masing-masing selama sekitar satu detik. Foto-foto tersebut kemudian ditambah dengan 100 foto lainnya dan mereka diminta untuk memilih foto-foto mana saja yang belum mereka lihat sebelumnya. Semua orang, bagaimanapun kondisi ingatan yang mereka katakan, mampu mengenali hmpir semua foto yang telah mereka lihat – dan secara otomatis juga yang belum mereka lihat. Mereka memang tidak mempu mngingat urutannya, namun mereka jelas mengingat gambarnya – yang dalam hal ini merupakan contoh yang menegaskan bahwa ingatan manusia lebih baik dalam mengingat wajah dibanding dengan mengingat nama.

10. Teknik Ingatan
Teknik Ingatan atau mnomonigs adalah sebuah sistam ‘kode ingatan’ yang memungkinkan individu untuk mengingat secara sempurna apa saja yang ingin meeka ingat kembali. Berbagai eksperimen yang telah dilaksanakan dengan menggunakan teknik ini menunjukan bahwa jika seseorang memperoleh nilai 9 dari 10 saat menggunakn teknik ini, maka dia juga akan memperoleh nilai 900 dari 1.000, 9.000 dari 10.000, 900.000 dari 1.000.000, dan seterusnya. Demikian juga, seseorang yang memperoleh nilai 10 juga akan memperoleh nilai 1.000.000. teknik ini bisa membantu dalam meneliti dan mempelajari kemampuan penyimpanan otak kita secara fenomenal serta menggunakan kembali informasi apa saja yang kita perlukan.

Selasa, 27 April 2010

mengenal otak manusia

Fakta Mengenai Otak

Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2 % dari berat tubuh dan dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran 1/4 dari ukuran otak dewasa. Otak menyerap sekitar 20 % suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia.

Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung oleh 900.000.000.000 (sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak. Manusia diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Namun, ini barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas.

Kecerdasan seseorang sebenarnya tergantung pada seberapa banyak koneksi yang terjadi di antara setiap sel otak tersebut. Setiap sel otak manusia memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, dapat dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki oleh manusia.

Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatik otak kita terus-menerus. Semakin sering otak digunakan dan dilatih, maka semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi akan terjadi bila kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari.

Tiga Otak dalam Satu Kepala

Teori otak Triune pertama kali dicetuskan oleh Dr. Paul Maclean. Di dalam kepala manusia terdapat tiga macam otak yang berkembang secara bertahap. Yaitu Otak Reptil, Otak Mamalia, dan akhirnya Neo Cortex.

Otak reptil bermula dari batang otak yang terletak di dasar otak dan terhubung ke tulang belakang. Otak ini berfungsi sebagai pusat kendali, sistem saraf otonomi, dan untuk mengatur fungsi utama tubuh seperti denyut jantung dan pernafasan. Selain itu, otak reptil juga berfungsi mengatur reaksi seseorang terhadap bahaya atau ancaman dengan menggunakan pendekatan “lari” atau “lawan”.

Saat otak reptil aktif, orang tidak akan bisa berpikir. Yang berperan dalam keadaan ini adalah insting atau cara berpikir dan bertindak berdasarkan hasil latihan. Otak reptil akan aktif bila seseorang merasa takut, stress, ancaman, marah, kurang tidur, atau kondisi tubuh dan pikirannya lelah.

Dari otak reptil, otak berkembang menjadi otak mamalia. Di dalam otak mamalia terdapat sistem Limbic yang terdiri dari amygdala, hippocampus, thalamus, dan hypothalamus. Otak mamalia berperan dalam mengatur kebutuhan akan keluarga, strata sosial, dan rasa memiliki. Otak ini juga memberi arti ada suatu emosi atau kejadian. Selain itu, otak mamalia berperan dalam mengendalikan sistem kekebalan tubuh, hormon, dan memori jangka panjang.

Peran otak mamalia dalam proses pembelajaran sangat penting karena sistem Limbic berkaitan erat dengan emosi dan memori jangka panjang. Sistem Limbic di dalam otak mamalia berperan sebagai sakelar yang menentukan otak mana yang aktif, otak reptil atau otak neo cortex. Bila seseorang sedang dalam keadaan tegang, stres, takut atau marah, maka informasi yang diterima oleh otak akan diteruskan ke otak reptil. Bial seseorang sedang dalam keadaan bahagia, tenang, dan rileks, maka otak neo cortex akan aktif dan akan digunakan untuk berpikir. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang tegang saat mengerjakan ujian biasanya pikirannya akan kosong dan tidak dapat mengingat apa yang telah dipelajari sebelumnya.

Otak bagian atas yang menyerupai topi, yang menutupi otak mamalia dan otak reptil, disebut Otak Berpikir atau thinking cap/neo cortex. Otak neo cortex merupakan 80 % dari otal otak manusia.
EMPAT LOBUS

Pada otak neo cortex terdapat empat lobus (cuping) otak yang mempunyai fungsi berbeda.

  • Lobus frontal yang terletak persis di belakang kening berfungsi untuk melakukan penilaian, kreativitas, berpikir, merencanakan, dan memecahkan masalah. Lobus frontal ini akan matang pada usia sekitar 35 tahun. Seberapa sering kita menggunakan bagian otak ini akan sangat besar pengaruhnya pada saat bagian ini mencapai level dewasa.
  • Lobus parietal terletak di bagian atas agak ke arah belakang dari otak kita, dan berfungsi untuk memproses sensasi dan fungsi bahasa.
  • Lobus temporal yang terletak di samping kiri dan kanan berfungsi untuk memproses pendengaran, memori, arti, dan bahasa.
  • Lobus occipital yang terletak di bagian belakang otak berfungsi untuk penglihatan. Itulah sebabnya bila seseorang terjatuh dan kepala bagian belakangnya terantuk, maka orang itu akan melihat “kunang-kunang” beterbangan. Ini terjadi akrena saraf penglihatannya mengalami guncangan.

OTAK KIRI dan OTAK KANAN

Otak manusia terbagi lagi menjadi dua belahan atau hemisfer, yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan.

Setiap hemisfer mempunyai fungsi yang berbeda tetapi saling mendukung. Hal ini pertama kali ditemukan oleh pemenang hadiah Nobel, Roger Sperry, PhD. Hemisfer kiri dan hemisfer kanan ini dihubungkan dengan satu jembatan komunikasi yang disebut corpus callosum, yang terdiri dari sekitar 100.000.000 (seratus juta) sel otak.

Otak Kiri

  • Menyukai hal-hal yang berurutan (linear)
  • Belajar maksimal dari hal-hal yang bersifat detail dulu, baru kemudian ke hal-hal yang bersifat global (induktif)
  • Menyukai sistem membaca yang berdasarkan pada fonetik
  • Menyukai kata-kata, simbol, dan huruf
  • Menyukai sesuatu yang terstruktur dan dapat diprediksi
  • Mengalami lebih banyak fokus internal
  • Ingin mengumpulkan informasi yang faktual

Otak Kanan

  • Lebih suka dengan hal-hal yang bersifat acak
  • Belajar maksimal dari hal-hal yang bersifat global dulu, baru kemudian ke hal-hal yang bersifat detail (deduktif)
  • Lebih menyukai sistem membaca yang bersifat menyeluruh (whole language)
  • Menyukai gambar dan grafik
  • Lebih suka melihat dulu atau mengalami sesuatu
  • Ingin mengumpulkan informasi mengenai hubungan di antara berbagai hal
  • Lebih menyukai lingkungan belajar yang bersifat spontan dan alamiah
  • Mengalami lebih banyak fokus eksternal

Sebenarnya manusia tidak bisa bila hanya menggunakan satu belahan otak saja pada saat berpikir atau mengerjakan sesuatu. Untuk bisa mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, kita harus mengoptimalkan penggunaan kedua belahan otak kita, yaitu otak kiri dan otak kanan secara bersamaan.